Spiritual Sharing helps you connect and share with the people in your life.
Shaum dan Solidaritas Sosial
Administrator
Selasa, 12 Mei 2009
Kategori : Akidah dan Akhlaq
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Shaum dan Solidaritas Sosial. Untuk apa kita disuruh puasa. Jawabannya sengaja Allah SWT., mendesain suatu bentuk ibadah wajib lapar. Kenapa wajib lapar. Karena ada sebagian orang yang secara ekonomi dan income tidak mungkin lapar.
Katakanlah, sebagai seorang menteri, bupati, walikota, direktur, bankir itu mustahil lapar karena tidak cukup beras dan tidak cukup gaji. Nah, dikhawatirkan karena dia tidak pernah merasakan lapar itu, kepekaan terhadap si fakir dan si miskin tidak akan terasa, sampai kepada derajat yang hakiki.
Maka Allah memaksa si bankir, memaksa si direktur untuk lapar. Dan disuruh laparnya kurang lebih 14 hingga 15 jam. Untuk merasakan betapa pedihnya si yatim, betapa susahnya si fakir, betapa beratnya penderitaan si dhuafa.
Diharapkan, ketika lapar dan perasaan berat itu muncul dan dirasakan, akan tumbuh satu sosial wireless. Satu kepekaan sosial, yang diharapkan akan ada satu keinginan untuk membantu saudaranya yang yatim lagi dhuafa.
Maka disebutlah dengan zakat atau shadaqah. Shadaqah, disebut dengan shadaqah karena, artinya; shadaqa, yushdiqu, tashdiqan, artinya; membenarkan. Membenarkan apa yang dia rasakan, membenarkan apa yang dia sadari dan apa yang dia alami.
Kalau perasaan itu muncul dan dibuktikan, maka benarlah puasanya itu. Tetapi jikalau perasaan itu ada, tetapi tidak keluar, maka berarti puasanya belum sampai derajat yang diinginkan oleh Allah SWT., mudah-mudahan kita di masukkan ke dalam orang yang membenarkan puasa kita. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
File Download :
Shaum dan Solidaritas Sosial
Klik Button
'Share To Facebook' dibawah ini, sehingga seluruh teman teman sahabat sekalian di facebook juga bisa membaca naskah naskah di SS ini, semoga menjadi jalan kebaikan buat sahabat sahabat yang lain.
Share To Facebook