Spiritual Sharing helps you connect and share with the people in your life.
Shaum dan Budaya Disiplin
Administrator
Selasa, 12 Mei 2009
Kategori : Akidah dan Akhlaq
Bismillahirrahmanirrahim, Ramadhan dan budaya disiplin. Mengapa kita disuruh berpuasa oleh Allah SWT. Mengapa kita disuruh shaum oleh Allah SWT. Ternyata, shaum secara linguistik bermakna al- imsyak, berarti menahan.
Kita disuruh menahan dari makan dan minum serta dari syahwat seksual yang bisa membatalkan puasa kita. Dari mulai terbit fajar, katakanlah; jam 4.30 wib sampai jam 6 sore.
Yang menjadikan luar biasa disini, ternyata ketika seseorang itu sudah berpuasa dari jam setengah 5 pagi, jam 6, jam 7, jam 8, jam 9, 10, 11, 12, 1, 2, 3, 4, 5. katakanlah jam 5, 55 menit hanya 5 menit lagi. Sebelum jam 6, tanpa lupa, tanpa sakit, tetapi dengan sadar dia minum satu teguk.
Pertanyaan saya, apakah batal atau tidak? Jawaban pasti batal. Jam 5, 59 menit, 50 detik. 10 detik lagi sebelum adzan maghrib dengan sengaja dia minum, jawabanya pasti batal juga. Mengapa kita sudah berbelas jam berpuasa, tetapi 10 detik lagi, 30 detik lagi, 1 menit lagi, kita tidak disiplin.
Semua ibadah kita menjadi kacau balau. Ini adalah satu isyarat yang sangat jelas dari Allah SWT kaum muslimin harus disiplin dengan waktunya, harus disiplin dengan jadwal meetingnya, harus disiplin dengan lalu lintasnya, harus disiplin dengan anggarannya, dan harus disiplin kapan nonton tv, kapan harus belajar, kapan harus bermain, dan kapan harus masuk les.
Mudah-mudahan setelah ramadhan ini, kita menjadi umat yang lebih disiplin. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
File Download :
Shaum dan Budaya Disiplin
Klik Button
'Share To Facebook' dibawah ini, sehingga seluruh teman teman sahabat sekalian di facebook juga bisa membaca naskah naskah di SS ini, semoga menjadi jalan kebaikan buat sahabat sahabat yang lain.
Share To Facebook