Welcome to Spiritual Sharing
Spiritual Sharing helps you connect and share with the people in your life.

  Listen to Content
Ketika ALLAH Berkata Tidak
Selasa, 00 0000

admin
Petikan Hikmah



Download flash player terbaru untuk hasil optimal
Listen with Custom Player

Ketika manusia berdo’a, "Ya ALLAH SWT ambillah kesombonganku dariku.". ALLAH SWT berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya." Ketika manusia berdo’a, "Ya ALLAH sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat." ALLAH SWT berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara." Ketika manusia berdo’a, "Ya ALLAH beri aku kesabaran." ALLAH SWT berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri." Ketika manusia berdo’a, "Ya ALLAH beri aku kebahagiaan." ALLAH SWT berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu." Ketika manusia berdo’a, "Ya ALLAH sehatkan kami dan jangan Engkau beri sakit kami." ALLAH SWT berkata, "Tidak. Kuberi kamu sakit untuk menguji keikhlasanmu dan untuk membakar dosa-dosamu." Ketika manusia berdo’a, "Ya ALLAH jauhkan aku dari kesusahan." ALLAH SWT berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku." Ketika manusia berdo’a, "Ya ALLAH beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat." ALLAH SWT berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal." Ketika manusia berdo’a, "Ya ALLAH jauhkan kamu dari godaan setan yang terkutuk” ALLAH SWT berkata "Tidak, Aku perintahkan kamu berzikir agar setan menjauhimu. Setan akan selalu datang karena kamu sendiri yang mengundangnya, kamu yang menyediakan makanan untuknya berupa sifat2 yang disukai setan. Selama didirimu ada makanan setan, ia senantiasa akan datang menghampirimu. " Ketika manusia berdo’a, "Ya ALLAH bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku. ALLAH SWT berkata... "Akhirnya kamu mengerti ...!" Sahabatku, Kadang kala kita berpikir bahwa ALLAH SWT tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan do’a, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali, sementara orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan. Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah. Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan. Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah yang terus meningkat. Kita menginginkan anak meski satu, tapi justru orang lain yang diberi keturunan yang banyak Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu. Begitu pula dengan ALLAH, segala yang kita minta ALLAH SWT tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini ALLAH mengabulkannya. Karena hanya ALLAH –lah yang paling tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah 216 :” Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” Boleh jadi kita kecewa pada Allah karena do’a kita agar tidak diberi jabatan yang kita harapkan tidak dikabulkan Allah. Boleh jadi kalau kita, menduduki jabatan tersebut, maka kita akan sombong, atau waktu ibadah kita berkurang karena kesibukan2 kita, atau boleh jadi kita malah dipenjara karena korupsi setelah menduduki jabatan tersebut. Hanya Allah yang tahu yang terbaik bagi kita, dan kita tidak tahu. Hanya ALLAH yang Maha Tahu akan rahasia apa yang akan terjadi pada diri kita. Sahabatku, Mari kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa mengharap hanya pada ALLAH semata. Jangan putus berdo’a meski belum dikabulkan, karena boleh jadi do’a-do’a kita dikumpulkan untuk oleh Allah untuk dikabulkan di akherat nanti. Saudaraku, teruslah berdo’a memohon padaNYA, jangan pernah putus dari rahmat ALLAH SWT, apapun yang terjadi....Wallahualam bissawab. Semoga Bermanfaat. Lebak Bulus, 30 Juli 2009 jam 19.45 WIB Wassalamualaikum wr.wb Imam Puji Hartono (IPH)

Klik Button 'Share To Facebook' dibawah ini, sehingga seluruh teman teman sahabat sekalian di facebook juga bisa membaca naskah naskah di SS ini, semoga menjadi jalan kebaikan buat sahabat sahabat yang lain.






Help | Contact Us