WASIAT-WASIAT ROSULULLOH UNTUK WANITA
by UMMU YUSUF
Islam adalah agama yang menjunjung dan memuliakan wanita. Memberikan ruang untuk para wanita menjadi berarti dalam hidupnya. Diberinya lahan luas untuk berkarya, dengan berkiprah menjadi seorang istri, menjadi seorang ibu untuk anak-anaknya, menjadi pendakwah bagi sesamanya. Bahkan berkarya dengan keterampilan yang dimilikinya untuk memberi manfaat bagi orang banyak. Olehkarena itu, para muslimah hendaknya bersyukur karena dipilih oleh Alloh hidup dalam Islam . Baginya sekecil apapun yang ia perbuat menjadi berarti bagi bekal kehidupan. Ungkapan rasa syukur ini harus terefleksi dalam bukti nyata, berupa taatnya dia kepada Alloh dan RosulNya. Tidak cukup hanya menjadi muslimah, namun ia juga harus mukminah.
Siapa wanita yang mukminah? Mereka yang beriman kepada Alloh bahwasannya hanya Alloh satu-satunya Tuhan mereka dan satu-satunya Zat yang wajib disembah. Mereka juga beriman terhadap apapun yang dibawa oleh Rosululloh melalui Al Quran dan sunah-sunahnya. Meyakini sepenuhnya bahwa semua aturan Alloh dan RosulNya yang diberikan kepada wanita adalah keadilan bagi dirinya. Dan harus pula meyakini bahwa Rosululloh berucap bukan karena hawa nafsunya, namun tertuntun dalam bimbingan Alloh. Demikian pula setiap pesan atau wasiat yang disampaikan oleh beliau untuk para wanita adalah untuk kebaikan dirinya. Itulah jiwa seorang mukminah.
Berbicara mengenai wasiat-wasiat Rosululloh, banyak sekali yang beliau tujukan kepada para wanita. Wasiat ini tiada lain adalah untuk kebaikan dan peringatan bagi para wanita. Diantara Wasiat-wasiat tersebut adalah:
1. Wasiat untuk menjaga lisan
Dari Ibnu ’Umar rodhiallohi anhuma bahwa Nabi shollallohu ’alaihi wa sallam bersabda; "Wahai para wanita! Bershodaqohlah dan perbanyak istigfar. Sebab aku melihat kalian sebagai mayoritas penghuni Neraka. "Seorang wanita dari mereka bertanya: "Mengapa kami menjadi mayoritas ahli neraka? "Beliau menjawab; "Kalian banyak melaknat dan mengingkari suami.... (HR. Bukhori dan Muslim)
Hadits ini mengingatkan kepada para wanita yang sudah bersuami untuk menjaga lisannya, tidak mengeluarkan kalimat-kalimat pengingkaran terhadap pemberian dan kebaikan suami. Khususnya tatkala istri sedang dalam keadaan marah atau ketika tak dipenuhi keinginannya oleh suaminya. Dan hadits inipun menyuruh kepada para istri untuk bersyukur atas pemberian suami sekecil apapun. Karena seorang istri yang tidak berterimakasih kepada suaminya, maka Alloh mengabaikan dirinya. Sebagaimana hadits yang disampaikan oleh ’Abdullah bin ’Umar rodhiallohu anhuma, bahwa Rosululloh shollallohu ’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: "Alloh tidak memandang seorang wanita yang tidak berterimakasih kepada suaminya, padahal dia butuh kepadanya".(HR. An Nasa-i, dengan sanad yang shohih).
Hal senada pernah disampaikan oleh Rosululloh kepada seorang shohabiyah bernama Asma’ binti Zaid al - Anshoriyyah rodhiallohu anhuma, beliau berkata: "Nabi shollallohu ’alaihi wa sallam
melewatiku saat aku berada di sisi teman-temanku, lalu beliau mengucapkan salam kepada kami seraya bersabda: ’Janganlah kamu mengingkari orang-orang yang memberi kenikmatan.’ Aku bertanya, ’Wahai Rosululloh, apa itu mengingkari orang-orang yang memberi kenikmatan? Beliau menjawab: ’Mungkin salah seorang dari kalian sekian lama bersama ibu bapaknya tanpa bersuami. Kemudian Alloh memberikan kepadanya seorang suami dan mengaruniai anak darinya. Kemudian ia marah karena suatu hal lantas mengingkarinya seraya mengatakan: ’Aku tidak melihat suatu kebaikan pun darimu.’ " (HR. Al Bukhori).
Wasiat Rosululloh dalam hal menjaga lisan inipun tidak hanya ditujukan bagi para istri, namun ada hadits yang sifatnya lebih umum. Diantaranya adalah sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh rodhiallohu anhu dari Nabi shollallohu ’alaihi wa sallam, beliau bersabda yang artinya: "Wahai kaum muslimah, janganlah sekali-kali wanita meremehkan pemberian tetangganya walaupun hanya ujung kaki kambing." (HR. Muttafaq alaih).
Satu hal lagi yang harus diperhatikan oleh para wanita yang diterangkan dalam hadits ini tentang menjaga lisan adalah tidak mencela pemberian, meskipun pemberian itu tidak berharga.
2. Memperbanyak istigfar dan shodaqoh.
Hadits dari Ibnu Umar diatas mengandung wasiat penting yang lain yaitu menyuruh para wanita untuk memperbanyak istigfar dan bershodaqoh. Hal itu akan menjadi jalan turunnya ampunan Alloh disaat para wanita lalai dari mengingat Alloh sehingga menghantarkan dia pada maksiat berupa tidak terjaganya lisan. Karena tak dapat dipungkiri, bahwa ada kalanya manusia itu khilaf dalam berbuat dosa.
Adapun istigfar yang dimaksud adalah memohon ampunan kepada Alloh dan memohon ditutup dosa-dosa serta agar tak dianggap dosa tersebut serta dijaga dari kejelekan dosa tersebut. Alloh Ta’ala telah memerintahkan kepada hambaNya untuk senantiasa beristigfar kepadaNya, sebagaimana yang Alloh firmankan dalam QS. Al Muzammil; 20 yang artinya: "Dan mintalah ampunan kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Mengampuni lagi Maha Pengasih."
3. Bersabar dan berdzikir kepada Alloh
Shahabat Ali rodhiallohu anhu berkata, "Fatimah mengeluhkan bekas alat penggiling yang dialaminya. Lalu pada saat itu ada seorang tawanan yang mendatangi Nabi shollallohu ’alaihi wa sallam. Maka Fatimah pergi menemui Rosululloh shollallohu ’alaihi wa sallam namun tidak bertemu dengan beliau. Dia hanya mendapati Aisyah, lalu mengabarkan kepadanya.......... (Selang berapa lama (red))Kemudian Rosululloh mewasiatkan kepada Fatimah. Beliau berkata,"Ketahuilah, akan kuajarkan kepadamu sesuatu yang lebih baik daripada apa yang engkau minta kepadaku. Apabila engkau hendak tidur, maka bertakbirlah tigapuluh empat kali, bertasbihlah tigapuluh tiga kali dan bertahmidlah tigapuluh tiga kali, maka itu lebih baik bagimu daripada seorang pembantu. (HR
Dijelaskan di hadits tersebut tentang perjuangan seorang istri dengan amanah-amanahnya yang berat di rumah. Fatimah merasa capai karena banyaknya pekerjaan yang harus ditanganinya. Dan sisi kemanusiaannya muncul, ingin dikurangi bebannya. Rosululloh sangat paham, dan beliau memberikan pengajaran bagaimana merasa hati ringan, menikmati pekerjaan dengan mengajarkan berdzikir. Sebab dengan berdzikir bisa memberikan kekuatan kepada orang yang melakukannya. Letihnya memang tidak berkurang namun dengan dzikir menghilangkan duka dan kekhawatiran di hati. Mendatangkan kegembiraan dan keceriaan bagi hati, sehingga dalam keadaan jiwa yang gembira maka lebih mampu menikmati setiap lahan perjuangan di rumahnya. Lebih bersabar dengan kelelahan yang dirasakannya karena jiwanya lapang.
Dan jiwa yang kaya dengan dzikir kepada Alloh tidak akan merasa mendapat madhorot(keburukan) dari kerjanya yang banyak dan juga tidak merasa sulit.
Begitulah Rosululloh mewasiatkan hal-hal penting untuk para wanita muslimah. Wasiat-wasiat yang agung yang memberikan banyak kebaikan. Semoga menjadi renungan dan lahan amal. Semua hal ini akan mampu diamalkan jika setiap wanita muslimah memandangnya dari kacamata iman.
Wallohu a’lam bish showab
Semoga Manfaat
Wassalamu’alaikum wr wb
Klik Button 'Share To Facebook' dibawah ini, sehingga seluruh teman teman sahabat sekalian di facebook juga bisa membaca naskah naskah di SS ini, semoga menjadi jalan kebaikan buat sahabat sahabat yang lain.