Welcome to Spiritual Sharing
Spiritual Sharing helps you connect and share with the people in your life.

  Listen to Content
Shaum dan Halal Oriented
Jum'at, 14 September 2007

Dr. Syafiie Antonio
Akidah dan Akhlaq
Masjid Istiqlal


Download flash player terbaru untuk hasil optimal
Listen with Custom Player

Assalamu\’alaikum Wr. Wb. Shaum dan Halal Oriented. Shaum disuruh kita untuk imsyak, artinya: menahan. Bisa dibayangkan oleh ibu bapak sekalian yang dirahmati Allah SWT. Ketika kita shaum, kita menahan makanan dari sesuatu yang sesungguhnya itu halal. Kita menahan makan, nasi, makan daging, lauk-pauk dan sayuran. Semuanya itu halal, tetapi karena Allah SWT telah memberikan aturan. Makanan-makana dan minuman ini terlarang untuk dikomsumsi dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Maka yang semula hukumnya itu halal, karena dilarang, ia menjadi haram sementara. Alhamdulillah sebagian besar dari kita bisa melaksanakannya. Tetapi aneh bin ajaib, setelah idul fitri berlalu, banyak dari umat Muslim yang tidak bisa berpuasa dari sesuatu yang haram. Akibatnya kita berpuasa dari yang halal selama Ramadhan. Tetapi ketika syawal datang, kita ambil lagi yang haram, korupsi bertambah banyak kebocoran bertambah banyak. Padahal sebelumnya, kita sudah berpuasa Ramadhan. Itulah mungkin yang dikhawatirkan Rasulullah SAW; waka min shaimin layad qa shamihi ila ju’a min athash, waka min qa imin layad ila shahad. “Betapa banyak yang berpuasa tidak ada yang tersisa dari puasanya, kecuali pernah merasa haus dan lapar selama Ramadhan. Betapa banyak yang bangun malam, tidak ada yang tersisa dari tahajudnya, kecuali dia pernah mengeser waktu tidur. Mudah-mudahan kita bisa memperbaiki kualitas puasa kita. Wassalamu\’alaikum Wr. Wb.

Klik Button 'Share To Facebook' dibawah ini, sehingga seluruh teman teman sahabat sekalian di facebook juga bisa membaca naskah naskah di SS ini, semoga menjadi jalan kebaikan buat sahabat sahabat yang lain.






Help | Contact Us